Sabtu, 18 Oktober 2014

Kabupaten Malang Krisis Beras

Dengan demikian, produksi gabah 2014 hanya mencapai sekitar 280.026 ton. DAMPAK kekeringan tahun ini di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berpotensi besar mengancam ketahanan pangan karena produksi padi hasil panen berkurang drastis ketimbang 2013.

Kepala Subbagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Malang Anang Widijanto kepada Media Indonesia, kemarin, mengatakan panen padi selama Januari sampai September 2014 baru mencapai 242.232 ton. Sisa tanam atau tanaman belum dipanen pada Agustus seluas 3.619 hektare (ha).Sisa tanam itu bisa panen pada November dengan hasil 21.714 ton, yakni asumsi produktivitas panen 6 ton per ha.

Dengan demikian, produksi gabah 2014 hanya mencapai sekitar 280.026 ton.Pasalnya, berdasarkan data produksi gabah pada 2013, bisa mencapai 461.291 ton dengan luas tanam 68.594 ha dan surplus beras 49.178 ton.“Produksi gabah menurun karena kemarau panjang,“ tegas Anang.

Di bagian lain, petani di Indramayu, Jawa Barat, lebih memilih menyimpan gabah hasil panen gadu untuk persiapan menghadapi paceklik.Padahal, harga gabah kering panen (GKP) berkisar antara Rp4.500-Rp5 ribu/kg. Harga itu di atas harga pembelian pemerintah (HPP) di kisaran Rp3.300/kg-Rp3.350/kg.

Kholik, petani di Kecamatan Anjatan, mengungkapkan gabah hanya dijual sebagian.“Sebagian disimpan untuk menghadapi paceklik.“

Harga gabah yang tinggi juga terjadi di Banyumas, Jawa Tengah, berkisar antara Rp4.500-Rp5 ribu per kg. Itu membuat serapan gabah yang dilakukan Bulog tersendat.

Humas Bulog Subdivre Banyumas Priyono mengakui harga gabah di pasaran lebih tinggi dari HPP. “Penyerapan tidak lancar, apalagi tidak banyak petani yang panen.“

Di Kupang, Bulog Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur menggelar operasi pasar beras serentak di tiga pasar tradisional, kemarin, untuk menekan harga beras yang mulai melonjak.
Harga beras di pasar ratarata naik Rp500-Rp1.000 per kg. Kenaikan harga karena pasokan beras berkurang.(BN/UL/LD/PO/N-2) Media Indonesia, 17/10/2014, halaman 9