Jumat, 07 Februari 2014

Jalur Malang Kediri Lumpuh

Rental Mobil Malang - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Malang Raya meliputi kabupaten/ kota Malang, dan Kota Baru, Jawa Timur, sejak Jumat (31/1) sore, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut menyebabkan dua orang terseret arus sungai. Satu orang ditemukan tewas, sedangkan korban lainnya masih dalam pencarian. Bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan jembatan penhubun di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ambruk karena tidak kuat menahan arus Sungai Konto. Luapan air dan kuatnya arus juga merusakan bangunan rumah dan warung makan milik Mulyono, warga desa setempat.

Selain itu arus sungai juga menggerus jalan akses Malang Kediri. Akibatnya, jalan raya kilometer 36 tersebut sempat lumpuh karena sebagian badan jalan ambles terbawa arus sungai.
"Kami mendata ada 14 titik longsor," jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Malang, Bagyo Setiono.

Longsor terparah terdapat di Desa Kedungrejo sehingga petugas melarang kendaraan besar melintasi jalan tersebut. Alasannya jalan tersebut bisa ambles bila dilalui kendaraan roda empat.
"Kami suda berkoordinasi dengan polisi dan Dinas Perhubungan untuk melarang kendaraan roda empat seperti bus dan truk melintasi jalan poros Kediri Malang, ataupun jalan Wlingi Malang yang melintasi Kujon, ujarnya.

Data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Malang menyebutkan dampak banjir dan longsor, yakni 6 rumah rusak dan 2 orang terseret arus sungai. Satu korban yang telah ditemukan tim SAR ialah bocah laki-laki berusia 12 tahun. Namun hingga saat ini belum diketahi indentitasnya. Warga setempat mengaku tidak mengenal mayat anak lelaki tersebut. Korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan bernama Jakfar, 59, warga Surabaya. Jakfar terseret air saat membersihkan tanah longsor menggunakan alat berat.


Jawa - Bali putus.
Sementara itu, banjir bandang di Situbondo menyebabkan jalur lalu lintas Jawa - Bali yang melewati daerah itu terputus. Pasalnya, jalur Jawa - Bali melalui Situbondo masih tertutup material.
"Kami bersama personel TNI dan masyarakat masih melakukan pembersihan jalan yang tertutup material banjir berupa lumpur, kayu dan batu. Mudah-mudahan jalur tersebut bisa segera selesai dibersihkan," kata Kepala BPBD Situbondo, Zainul Arifin.

Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (31/1) dini hari itu sempat merendam 1.152 rumah warga. Menurutnya, banjir telah surut, tetapi menyisankan material yang menutupi jalan sepanjang satu kilometer. Akibat tumpukan material itu, sejumlah kendaraan besar tertahan di sebelah barat, yakni di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dan sebelah timur di Kecamatan Bungatan.

Polisi telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan melewati Bondowos, baik dari arah timur maupun barat.

Zainul Arifin menambahkan, meskipun banjir bandang telah surut, bencana tersebut masih mengancam warga karena sejumlah tanggul sungai yang kebol belum diperbaiki. Disebutkannya, sejumlah tanggul yang jebol meliputi Sungai Plalangan, Kendit, Selowongo, dan Mlandingan. Sungai-sungai itu berada di bagian barat Kota Situbondo.

BPBD Kabupaten Situbondo telah mengirim surat kepada Kepala Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur untuk membantu perbaikan tanggul. "Kalau tidak segera diperbaiki, hujan deras kembali datang ancaman banjir akan kembali terjadi, kata Zainul

Sumber Media Indonesia, 2 Februari 2014.