Rabu, 13 November 2013

Menanti Aksi Duta Terumbu Karang

Panasnya sinar matahari di tepi Pantai Umang, Banten yang sangat menyengat tidak menyurutkan semangat Nae dan puluhan temannya untuk mengikuti kegiatan transplantasi terumbu karang. Di depan pulau Umang Resort yang sangat indah, Nae mengikatkan bibit-bibit karang ke besi yang menyerupai lingkaran kemudian menenggelamkan ke lau bersama dengan Mentri Kehutanan, perwakilan dari Puteri Pariwisata Indonesia 2013, serta nelayan setempat.

Artikel sebelumnya : Surga Di Ujung Pulau Jawa

"Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, transplantasi karang bukan hanya mengikat karang ke besi, tapi semua ada tekniknya. Belum lagi bibit karang tersebut harus ditenggelamkan di titik yang arus dan cahaya mataharinya ckup agar bisa berkembang." cerita gadis yang bernama lengkap Firda Puspita Daeng Mata. Ia bermandi keringat karena panasnya siang hari itu. Nae yang juga mahasiswa Teknik Informatikan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta ialah satu dari puluhan peserta Kompetisi Duta Terumnbu Karang 2013/2014.

Indonesia Global Compact Network bersama dengan Ujung Kulon Conservation Society (UCS) dan Pulau UMang Resort mengumpulkan 80 orang pemuda yang terdiri dari beberapa siswa SMA dan Universitas di beberapa kota dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Pandeglang untuk mengikuti ajang Coral Reef Ambassador Competition 2013/2014 Oktober 2013. Program ini merupakan salah satu rangkaian acara Global Compact Voluntary Day dalam mendukung program One Million Corals yang diluncurkan pada 24-26 Oktober2013 di Pulau Umang Resort, Banten.

"Kompetisi Duta Terumbu Karang merupakan perlombaan yang diselenggarakan Pulau Umang Resort berkolaborasi dengan Indonesia Global Compact Network serta Matoa Albaritis untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai terumbu karang melalui sosialisasi atau program edukasi yang diadakan pemuda-pemudi Indonesia," jelas Budi Hartono, Direktur Matoa Albaritis pada tehnical meeting Coral Reef Ambassador Competition 2013/2014. Kompetisi ini diadakan mengingat pentingnya terumbu karang untuk keseimbangan ekosistem di laut.

Terumbu karang menjadi tempat hidupnya biota laut seperti ikan-ikan kecil, plankton dan embiro biota laut lainnya. Namun, jumlahnya sangatlah memprihatinkan. Oleh karena itu, dari daerah Pulau Umang yang luasnya kurang lebih 4 hektare, akan dijadikan pusat dari program realisasi One Millions Coral. Nantinya proyek perdana itu akan menjadi contoh daerah lain.

Program Kompetisi Duta Terumbu Karang 2013/3014 ditengah-tengah rangkaian kegiatan Global Compact Voluntary Days 2013 diharapkan dapat menciptakan pribadi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut.

Dalam memasuki tahun pertama penyelenggarannya, kompetisi Duta Terumbu Karang Indonesia mengajak para pemuda-pemudi untuk berkontribusi lebih dalam  melestarikan terumbu karang. "Peserta yang telah mendafta dan mengembalikan formulir pendaftaran akan berpartisipasi dalam camp Kompetisi Duta Terumbu Karang yang diadakan di Pulau Umang Resort dan mendapatkan pembeklan selama 6 minggu. Camp dan pembekalan yang diadakan akan menjadi kesempatan yang baik bagi pemuda-pemudi untuk memperluas informasi lingkungan, khususnya terumbu karang dan meningkatkan kapasitas teknik berkomunikasi para peserta," papar pria kelahiran Jayapura, 1 Februari 1971 itu.

Para peserta yang merupakan delegasi dari setiap sekolah atau universitas akan berkompetisi dan beradu kreatifitas dalam hal membantu realisasi "Sejuta Terumbu Karang yang merupakan cita-cita dari program ini secara keseluruhan. "Sebagai Duta Terumbu Karang, kami memiliki tanggung jawab untuk membangkitkan rasa cinta kepada alam, khususnya terumbu karang yang ada pada diri kita dan membagikan pengalaman ini kepada masyarakat luas agar mencintai lingkungan dan terumbu karang," ujar Maghira Reviano Rezandi Djustam Intan, 16, salah satu peserta delegasi Bina Nusantara Internasional School.

Kompetisi ini berlangsung selama kurang lebih 9 bulan dan akan berakhir pada Juni 2014. Kedelapan puluh peserta akan berkompetisi memperebutkan gelar The Best Ambassador. Hanya dua peserta terbaik yang akan dinobatkan gelar tersebut pada penutupan program Coral Reef Ambassador 2013/2014 Juni mendatang. Keduanya akan mendapatkan beasiswa penuh untuk mengikuti pelatihan di PPM Manajemen senilai ratusan juta rupiah. "Bagi PPM Manajemen, terlebat dalam kegiatan One Million Corals merupakan sebuah kehormatan dan sekaligus pembuktian PPM Manajemen peduli dalam pelestarian alam, khususnya pelestarian terumbu karang," tutur Andi Ilham Said, Direktur Utama PPM Manajemen.

Tidak hanya itu, empat peserta yang memiliki pengaruh yang paling luas dalam memberikan informasi tentang program ini akan mendapatkan sertifikat sebagai The Most Influence Ambassador dan mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari konservasi alam khususnya terumbu karang yang bisa banggakan di CV kami nantinya," ujar Qory Kurnia, 22, duta delegasi UIN Jakarta.


SUmber Media Cetak : Media Indonesia, 3 November 2013, Halaman 18